Senin, 31 Oktober 2011

Jatuhnya Derajat Sang Asdos

Minggu lalu, gua dapet tutorial Matmatika ekonomi. Dan dipertemukanlah kelas gua dengan seorang asisten dosen wanita yang lumayan cantik lah dan keliatannya juga pinter. Dia mulai memperkenalkan dirinya tuh, dan tipe orangnya keliatan lumayan serius.

Berhubung tutornya dilakukan outdoor, jadi suasananya juga agak santai. Si Asdos tuh mulai ngasih materi-materi dasar. Menurut gua, penjelasan dari dia itu gampang dipahami dan ngasih ilustrasi contoh soal juga jelas, pokoknya sip banget lah.

Nah, ini dia nih. Pas disaat-saat terakhir...

Dia minta kita nyebutin nama satu per satu dan asal kota #sebenernya ini ga penting. Dan terakhir, dialah yang memberi tahu nama lengkap dan asal kota. Setelah itu dia bilang begini.. “Oh iya dan FB saya Ellacup&*^%”

T_T apa anda semua mengerti apa yang gua rasakan saat itu?

Seorang asdos yang terlihat sangat intelek dan cerdas, ternyata.... dia..... ALAY -___-

Unek-unek di minggu UTS

Banyak yang harus ditanyakan dalam hidup gua saat ini. Pertama apa yang sudah anda pelajari selama memasuki masa perkuliahan ini?

Jawaban logisnya, gua dapet mata kuliah sosiologi pertanian yang pada masa SMA nilai sosiologi gua selalu ngepas. Lanjut dengan Pengantar ekonomi pertanian, yang juga waktu SMA kelas satu nilai ekonomi gua selalu mengalami remedial. Dan saat ini, dosen pada mata kuliah itu hmm.... kayaknya mereka punya guna-guna yang selalu membuat mata mahasiswanya terpejam dalam sekejap. Sumpah ngantuk banget, bahkan saat gurunya baru mangap bilang asalamualaikum #ehm.. itu agak lebay sih.

Jadi, gimana gua bisa belajar dengan baik dan benar kalau mata gua terpejam saat dosen lagi ngajar? #Bapaaaa tolong (Bapa saya padahal dosen ekonomi loh)

Pertanyaan kedua. Behubung kuliah di jawa timur, otomatis temen gua lebih banyak yang berkomunikasi dengan bahasa jawa. Lalu gmn kesan-kesan gua yang notabene masih terbata-bata dalam mengerti bahasa nan keramat itu?

Berasa nonton ludruk atau acara wayang. Kronologisnya mungkin seperti ini...

Si A (Jawa) : “%#@$$#$???”

Si B (jawa) : “&%$!###...”

Si A dan B : Ketawa, hahahahahaha...

Gua : (dengan tampang cengo dan akhirnya cuman bisa ikut ketawa dengan tampang aneh)

Yang ketiga. Gua adalah manusia yang anti banget sama makhluk alay (yaaa ga anti-anti banget sih, tapi yaaa gmn gitu?). Secara pada masa kehidupan gua yang lampau #cielah makhluk alay sangat disindir oleh kebanyakan temen gua. Dan SEKARANG GUA PUNYA BANYAK TEMAN ALAY!!! Gmn batin gua menerima itu semua?

Shock!! Kualat, mungkin. Toh makhluk alay itu bukan sebuah dosa.

Tapi yaaa, baca sms dari mereka aja udah buat gua pusing. Ditambah account fb mereka yang memakai nama-nama yang sangat unik. RISIH TAU! Tapi mau gimana lagi? Sekarang mereka adalah temen gua. Ya Allah...

T_T

Oh iya, bagi yang bernasib sama dengan gua, kayaknya gua punya beberapa tips untuk menghadapi makhluk alay yang berstatus sebagai temen lo.

1. Perlakukan mereka selayaknya teman, jangan ungkit-ungkit masalah alay karena mungkin di tempat lo saat itu didominasi oleh kaum alay.

2. Jangan terbawa aliran alay, jadilah orang yang cool diantara para makhluk alay itu. #halah

3. Sering-seringlah menyegarkan mata, karena mungkin terlalu sering membaca sms yang sangat unik bentuknya dari sahabat alay anda

4. Jika anda menemui orang yang sealiran dengan anda (aliran anti alay), mulailah bergosip tentang mereka dan tertawalah sepuas-puasnya tentang mereka.


Sumpah ya, UTS bikin otak gua amburadul. Kayaknya tulisan di atas cukup dibaca aja dan ga usah dipedulikan. Buat yang tersinggung karena hal tersebut, yaa saya mohon maaf. Saya pun membuat tulisan ini dalam keadaan galau, resah dan gelisah.

#Hoaaaam, tidur yaa. Malam